Tuesday, August 2, 2016

Pengapian sepeda motor



Apa itu CDI dan Cara kerja CDI AC dan CDI DC menurut pakar

Apa itu CDI dan Cara kerja CDI AC dan CDI DC menurut pakarbaik para pakarnis sekalian akan saya bagikan sedikit tips cara kerja dari sistem CDI. CDI sendiri terdiri atas dua yaitu CDI dengan arus bolak balik atau CDI AC dan yang kedua adalah CDI arus searah atau CDI DC. pada era sebelum tahun 2000 kebanyakan motor pabrikan yang dihasilkan menggunakan CDI AC namun pada era milenium motor-motor pabrikan yang dikeluarkan menjadi sistem CDI DC. . nah sebenrnya apa yang menjadi dasar fundamental dari sistem kerja CDI AC dan CDI DC admin akan  membagikan kepada teman-teman sekalian.


Cara kerja CDI DC sepeda motor

Pada saat magnet berputar bakal menghasilkan tegangan AC dalam bentuk induksi listrik yang berasal dari kumparan alias biasa di sebut spool. Arus listrik bakal dikirimkan ke CDI dengan tegangan antara 100-400volt, tergantung putaran mesin.
Selanjutnya arus bolak-balik (AC) yang berasal kumparan di jadikan arus searah (DC) oleh diode serta disimpan di kapasitor pada CDI unit.

Kapasitor tak bakal melepas arus sebelum komponen yang bertugas menjadi pintu (SCR) bekerja. Bekerjanya SCR jika sudah memperoleh sinyal pulsa dari kumparan/pulser CDI (Pulse generator)yang menandakan saatnya pengapian.

Dengan berfungsinya SCR tersebut, menyebabkan kapasitor melepaskan arus (discharge) dengan cepat. Kemudian arus mengalir ke kumparan primer koil pengapian dengan tegangan 100-400volt, kemudian terjadi induksi dalam kumparan sekunder dengan tegangan sebesar 15 KV hingga 20 KV. Tegangan tinggi tersebut selanjutnya mengalir ke busi dalam bentuk loncatan bunga api yang bakal membakar campuran bensin serta udara dalam ruang bakar.

Pemajuan saat pengapian terjadi dengan cara otomatis yaitu saat pengapian dimajukan bersama dengan bertambahnya tegangan pulser (pulse generator) dampak kecepatan putaran mesin motor.

Cara kerja CDI AC sepeda motor

Sistem pengapian CDI-DC hampir sama tutorial kerjanya dengan sistem pengapian CDI-AC, cuma pada sistem pengapian CDI-DC tegangan asalnya berasal dari bateray alias AKI (accu), bateray memberikan suplai tegangan 12V ke suatu  inverter (bagian dari unit CDI). Kemudian inverter bakal menaikkan tegangan menjadi kurang lebih 350V. Tegangan 350V ini selanjutnya bakal mengisi kondensor/kapasitor. Serta arus baru bakal dilepaskan ke koil apabila sudah ada perintah dari pulser CDI.
Keunggulan dari CDI-DC merupakan tegangan asalnya stabil sebab berasal dari baterai (aki), tak sama dengan pengapian sistem CDI-AC yang tegangannya naik turun ikut putaran mesin. Untuk motor SUZUKI di Indonesia, yang menggunakan CDI-DC pertama kali merupakan SHOGUN FD110.
 
 
nah itulah yang menjadi perbedaan antara motor yang menggunakan CDI AC dan motor yang menggunakan CDI DC, dari penejlasan diatas kita dapat mengetahui secara lebih jauh dari kedua perbandingan antara kedua sistem kerja dari CDI AC dan sistem kerja dari CDI DC.

Thursday, April 23, 2015

MODUL DAN MATERI PEMBELAJARAN OTOMOTIF

Menyediakan materi,modul pembelajaran otomotif smk

RACIKAN MOTOR DRAG


Racikan Motor Drugs

PICK UP COIL
Peletik api untuk membakar dua silinder harus kreasi sendiri. Mengandalkan dua pick up pulser dikanan dan kiri leher kruk as. Sehingga timming pengapian bekerja masing – masing. Mekanisme meletik api menuju kepala silinder berbeda. Tidak bersamaan masing – masing silindernya.
Silinder atas meledak lantas tidak langsung meletikan api ke silinder ke dua, tapi lewat dulu memutari silinder pertama baru meledakan kompresi. Antar silinder pertama dan kedua mempunyai jarak rentang 1,5 kali putaran khas mekanisme mesin H-D.

OVER POWER
Sasis Honda CB100 kecil dan body sederhana ditarik mesin 400 cc bisa di bayangkan. Pada riset awal, mesin terlalu kuat. Akan menjadi bahaya apabila di pergunakan di jalan raya. Maka dari itu mengubah gigi primer dan sekunder pakai honda tiger.
Transmisi juga sudah mengalami perubahan agar tenaga makin mudah untuk dikendalikan. Satu paket komplet transmisi mega pr menempel di GIRBOKS CB ini.
tidak ada perubahan pada dudukan, semua tinggal plek.
Final gir  ketemu 16/32.
Secara matematis akan terlihat sangat berat, gigi 3 masih bisa WHEELIE.

RACIKAN MOTOR DRAG…
Motor bertenaga angin ini di aplikasikan ke Supra X yang sudah di modifikasi rangka seperti motor drag. Ubahan itu di maksudkan untuk membuat dudukan tangki angin yang bentuknya memang panjang kebelakang.
Dari rangka tengah yang suspensi depannya sudah pakai punya Yamaha RX-KING. Mesin dengan 1 percepatan itu tetap andalkan oli di bak mesin untuk melumasi gigi penghubung dan kruck saat priston berputar.
Baru kemudian gir reduksi memutar ban belakang yang pegangannya dengan arm bikinan yang didukung monosok Jupiter MX. Hadir di contest BOHMC di solo kemarin hanya ingin tunjukan kalau solo juga memiliki kreatif dalam hal modifikasi.
Salah satunya adalah mengembangkan ilmu dan menerapkan nya di motor.
Harus dimaksimalkan nya pengembangan potensi modifikasi motor drag agar keistimewaan drag dapat di nikmati oleh semua penggila motor drag.
Keunikan masing – masing modifikasi motor drag memiliki daya tarik lebih bagi semua para peminat drag.

PACKING BLOK
Perlu kita ketahui bahwa packing blok bawah mempunyai pengaruh terhadap posisi top.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya packing yang dibuat dari kertas tidak bisa digunakan asal pakai sama dengan piston modem. Packing ini sangat kursial terhadap setting mesin.
Sehingga mekanik road race kerap melakukan ukur ulang posisi top jika ganti packing blok bawah.
Termasuk sehabis balap juga kerap bongkar blok dan head.
Terkadang itu hanya semata untuk setting ulang posisi top dan durasi kem.
Mekanik yang tidak mau beresiko, banyak mengganti packing bawah blok menggunakan bahan tembaga atau alumunium. Hanya semata demi mendapatkan posisi top dan piston mendem yang tidak berubah.
Para mekanik yang mempunyai banyak pengalaman dalam menangani posisi top, akan mengetahui resik apa yang akan diterima dalam setiap mengambil tindakan untuk pengaturan (setting) motor.
Maka tidak aneh lagi apabila melihat banyak posisi top yang baik karena ketelitian para mekanik yang HANDAL…..

Cek kondisi mesin

Cara Mengetahui Kondisi Mesin
Dengan Melihat Warna Busi Meski harga Premium diturunkan, toh harga Rp 6.800 per liter masih lumayan tinggi. Apalagi kalau ditambah proses pembakaran mesin tidak sempurna, ujung-ujungnya motor malah rakus bensin. Kalau sudah begitu, pengeluaran isi kantong pun ikutan bertambah bukan? Nah, kalau akhir-akhir ini motor kamu terasa boros, ada baiknya curiga kondisi pembakaran yang kurang sempurna. Bagaimana cara ngeceknya? Ternyata caranya cukup mudah kok. Hanya dengan melihat warna elektroda busi. Karena saat terjadi pembakaran, elektroda busi berada di dalam ruang bakar. Caranya tentu harus melepas busi terlebih dahulu. Lalu perhatikan warna elektroda atau mulut busi.

Hitam kering, tanda boros bahan bakar

“Bila warnanya hitam kering atau berjelaga pertanda pembakaran tidak sempurna. Campuran pembakaran terlalu gemuk atau kaya. Warna hitam disebabkan bensin tidak terbakar habis sehingga menempel pada mulut busi,” buka Udin, kepala mekanik AHASS Clara Motor di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
 “Ada dua penyebab. Bisa disebabkan settingan bensin di karburator dan kerenggangan klep tidak tepat atau pengapian yang bermasalah,” lanjut Coki dari JP Racing. Misal setelan angin terlalu nutup, spuyer aus atau kegedean, bahkan filter udara tersumbat juga bisa menyebabkan pembakaran terlalu kaya. Begitu juga dengan setelan klep yang terlalu renggang. Bensin yang masuk ke ruang bakar terlalu banyak sehingga tidak bisa terbakar habis. Solusinya motor harus disetting ulang. “Biasanya bila sudah terlalu lama tidak di service, settingan motor akan berubah dan tidak ekonomis lagi,” lanjut Coki yang bengkelnya berada di kawasan Bintaro ini.

 Kecoklatan, pembakaran sempurna


Putih tandanya terlalu kering

 Namun bila pengapian yang bermasalah, busi jadi perhatian pertama. Diantara begitu banyak part pengapian, umur busi yang paling pendek. “Biasanya umurnya antara 6000 sampai 7000 km tergantung pemakaian. Lebih dari itu performanya akan turun dan pastinya pembakaran jadi kurang sempurna,” jelas Udin. Lantas seperti apa warna busi yang pembakarannya sempurna? “Warna busi akan terlihat kecoklatan,” tutup Coki. Namun jangan kelewat irit. Kalau terlalu irit warna busi jadi putih dan mesin akan cenderung lebih panas.

Cara mengetahui kondisi mesin dengan melihat warna busi
Keadan mesin mobil atau motor dapat di diagnosa melalui tampilan warna busi, dengan melihat tampilan warna busi kita bisa mengetahui kondisi mesin, apakah mesin boros bensin, mesin dalam keadaan normal, mesin over heating atau boros oli. Untuk jelasnya lihat saja gambar dan keterraangan di bawah: Mesin dalam keadaan normal. Kondisi mesin mudah dihidupkan, juga pada putaran mesin tinggi ataupun rendah, mesin berjalan dengan baik. Keadaan mesin seperti diatas bisa dilihat pada insulator busi yang berwarna coklat atau keabu-abuan. Hanya sedikit terdapat bekas pembakaran yang menutupi elektroda-elektrodanya.
 Lihat gambar di bawah.

Mesin tidak normal.
Mesin susah dihidupkan, mesin tidak stabil pada kecepatan rendah. Penambahan kecepatan tidak bekerja lagi dan terjadi mesin mati. Hampir 90% gangguan mesin yang disebabkan oleh busi, dikarenakan kotor oleh endapan karbon ( carbon fouling ), kotor oleh endapan oli (olie fouling) dan kotor oleh endapan timah hitam ( lead fouling).
Penyebab keadaan terjadinya carbon fouling adalah:
1. Kesalahan pemakayan nomor tingkat panas busi.
2. Pemakaian bahan bakar berlebihan ( karburator banjir, penyetelan karburator terlalu kaya, cuk tidak sempurna pada posisi off. atau saringan udara karburator tersumbat ).
3. Bahan bakar tidak baik mutunya.
4. Terlalu lama dipakai pada kecepatan rendah.
5. Pembakaran oleh busi telat. Keadaan mesin seperti diatas dapat dilihat pada warna insulator dan elektroda busi yang tertutup oleh lapisan serbuk karbon kering berwarna hitam. Lihat gambar dibawah.

Penyebab keadaan terjadinya olie fouling adalah:
1. Kerusakan pada piston ring piston ring aus atau kerenggangan klep tidak tepat.
2. Campuran bahan bakar dan udara tidak tepat terlalu banyak bahan bakar (campuran kaya).
3. Pada mesin 2 tak campuran oli sampan terlalu banyak atau lebih dari standar.
4. Mesin baru saja turun atau overhaul dimana pada waktu pasang bagian mesin menggunakan banyak oli.
Keadan mesin seperti diatas dapat dilihat pada insulator dan elektroda busi yang basah oleh oli, sehingga warnanya kelihatan hitam dan basah. Lihat gambar dibawah.
Penyebab keadaan terjadinya lead fouling adalah: Bensin dicampur dengan senyawa timah hitam. Bekas pembakaran senyawa ini menempel pada ujung busi. Bila kendaraan berakselerasi dengan kecepatan tinggi, senyawa tersebut akan meleleh sehingga terjadi kebocoran listrik dan menyebabkan kegagalan pembakaran. Mesin terasa tersendat-sendat pada waktu menambah kecepatan ( berakselerasi ) atau pada kecepatan tinggi. Keadaan mesin seperti diatas dapat dilihat pada insulator busi berwarna kuning juga coklat. Lihat gambar di bawah.

Penyebab terjadinya Kotoran oleh endapan (deposit fouling) adalah:
1. Oli yang dipakai kurang baik mutunya.
2. Saringan udara kalburator tidak ada atau tidak di pasang.
3. Untuk mesin
4 tak oli ikut masuk kedalam ruang bakar dan ikut terbakar (piston dan piston ring aus) Mesin dalam kondisi ada gangguan pembakaran pada waktu menambah kecepatan atau pada waktu kecepatan tinggi Keadaan mesin diatas dapat dilihat pada kondisi insulator dan elektroda busi terdapat endapan hasil pembakaran atau kerak busi dengan warna bermacam macam. Lihat gambar di bawah.

Penyebab terjadinya panas berlebih ( over heating ) adalah:
1. Keliru memilih nomor tingkat panas busi.
2. Penyetelan pengapian taidak tepat, innition timing terlalu cepat.
3. Sistem pendingin tidak baik.
4. Campuran bensin terlalu kurus terlalu banyak udara. Tenaga mesin menjadi hilang dan kecepatanpun berkurang.
Hal ini timbul apabila dalam kecepatan tinggi, pendakian yang lama atau dengan muatan yang berat. Bila keadaan tersebut di biarkan bisa menyebabkan busi meleleh dan piston pun bisa rusk berlubag. Keadaan mesin diatas dapat dilihat pada kondisi insulator busi yang berwarna putih pucat dan pada elektrodanya terbakar berwarna keungu-unguan serta terlihat aus. Bila kondisi ini dibiarkan ujung-ujungnya elektroda dapat meleleh. Lihat gambar di bawah.

1. Normal Warna abu-abu merata atau merah bata dari ujung elektroda sampai selongsong busi. Kalau ada warna abu-abu muda, maka settingan karburator terlalu irit bensin. Kalau ada warna gelap atau hitam pekat, maka setingan karburator terlalu boros bensin.
2. Basah Ujung busi basah, basahnya ini basah oli bukan bensin, maka ada yang bocor di mesin kita, bisa dari ring piston goyang, bos klep bocor atau oli mesin terlalu banyak hingga seal klep kalah/bocor. Oli ini ikut terbakar di ruang pembakaran mesin dan meninggalkan sisa basah oli. Biasanya pada motor 2-tak disebabkan karena terlalu banyaknya campuran oli samping.
3. Tertutup Kerak Hal ini disebabkan karena kualitas bahan bakar yang kita pakai jelek, ada campuran kotoran, atau sudut pengapian yang terlalu maju, dan bisa jadi salah pilih jenis busi.
4. Rata dengan keramik Ini artinya businya sudah terlalu sering diamplas jadi sudah abis, Gantilah dengan yang baru.
5. Cacat/Rusak Artinya bensin yang kita pakai jelek sehingga terjadi gejala detonasi (nglitik) atau jarak elektroda busi terlalu jauh. Makanya beli bensin harus pilih-pilih, jangan asal cepat, nggak antri. Tapi jangan kira juga loh kalau di SPBU bensinnya bagus, ada juga SPBU yang nakal, nyampur bensin + minyak tanah. Coba sekali-kali cek kondisi bensin yang kita beli.
6. Penuh Bulu Putih Ini artinya ada cairan radiator yang bocor dan ikut terbakar di ruang pembakaran mesin.
7. Meleleh Ini artinya busi menyala sebelum waktunya disebabkan nilai oktan bensin yang terlalu jelek/rendah, derajat pengapian terlalu maju atau mesin terlalu panas.
8. Mengkilap Busi basah karena sisa bensin yang tidak ikut terbakar, bukan oli. Ini artinya settingan karburator kurang pas, terlalu boros. Atau bisa juga salah pilih jenis busi, kurang dingin.

Tips Merawat Busi Meski bentuknya kecil. Busi (dari bahasa Belanda bougie) atau spark plug pada sistem pengapian berfungsi sebagai alat untuk memercikan api listrik guna membakar campuran gas pada ruang bakar. Percikan api listrik ini diperoleh dari tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil. Tanpa percikan bunga api yang dihasilkannya, mesin tak akan bekerja. Agar mesin bekerja prima sebaiknya Anda rajin memerhatikan kondisi busi.Salah satu cara perawatannya adalah membersihkan busi dari kotoran dan sisa pelumas.

Berikut ini cara perawatan busi.
*Lepaskan semua busi dengan kunci busi, jangan sekali-kali memakai kunci pas.Periksalah kondisinya. Jika busi kering dan berkerak abu-abu menandakan kondisi pembakaran motor Anda baik. Bila basah serta kerak berwarna hitam, menggambarkan pembakaran mesin kurang sempurna. *Sebelum busi dilepas, lubang tempat busi bersemayam harus dibersihkan terlebih dahulu. Cukup dengan kain bersih. Ketika melakukan pembersihan, cek kondisi penutup busi apakah masih dalam kondisi baik. Bersihkan mulut busi bagian luar dengan menggunakan sikat kawat. Untuk memudahkan pembersihan, busi direndam dengan bensin atau minyak tanah sebelum dibersihkan. setelah bersih keringkan. Bersihkan elektrode masa dengan kikir plat tipis. Ukur celah busi untuk mengoptimalkan kinerja busi Anda.
*Periksa kembali celah antara elektroda positif (bagian membulat) dan elektroda negatif (bagian melengkung yang nampak keluar dari busi). Kembalikan pada posisi normal sesuai buku petunjuk. Pada umumnya celah busi berjarak 0,8 mm-1,2mm.
*Setelah itu masukkan kembali busi pada tempatnya. Harap diingat, jangan mengencangkan busi hingga terlalu keras. Sebab, bila itu terjadi busi akan sulit kembali dilepas atau bisa saja menyebabkan rusaknya arus ulir pada lubang mesin. Bersihkan busi secara teratur. Agar umur pemakaian busi Anda bisa lebih panjang, sebaiknya setiap 5.000 km Anda membersihkannya dengan tiupan angin atau dengan sikat khusus.
 Perawatan busi akan sangat membantu proses optimasi pembakaran. Sehingga tak saja busi, platina maupun injektor juga akan lebih awet. akhirnya owe berpikir lalu gimana ya dengan kondisi busi motor owe yg udah lumayan ga muda karena sudah memasuki usia yg 39000 lagi ? iseng2 cek ternyata pas awal2 agak terlalu item. tapi setelah owe setting2 sendiri berdasar feeling alias perasaan akhirnya pada hari ini dapetlah warna busi yg owe pengen yaitu coklat / merah bata. yg ini masih ada sedikit tipis tumpukan karbonnya yg ini udah putih bersih ga ada tumpukan karbon ama sekali jadi kesimpulan owe simple : kalo mau cek kondisi mesin motor, ga perlu susah2 turun mesin cukup cek dari kondisi busi nya aja udah bisa ketauan.
Gimana menurut pendapat bro2 sekalian & trim’s Baca Selengkapnya Di : http://nasta69.blogspot.com/2012/08/cara-mengetahui-kondisi-mesin.html#ixzz2mYogMySO